Gowa — Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026, yang diikuti sebanyak 324 mantan siswa. Upacara berlangsung di Lapangan A. H. Nasution, Rindam XIV/Hasanuddin, Jalan Poros Malino, Pakatto, Kabupaten Gowa, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Kodam XIV/Hasanuddin serta orang tua dan keluarga para mantan siswa yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut. Penutupan pendidikan menandai selesainya tahapan pembentukan awal para bintara sebelum melanjutkan tugas dan pengabdian sebagai prajurit TNI AD.
Dalam amanatnya, Pangdam XIV/Hasanuddin menegaskan bahwa berakhirnya pendidikan bukan berarti berakhir pula proses pembelajaran. Sebaliknya, kelulusan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit TNI AD.
Para prajurit muda diminta untuk senantiasa mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas. Selain itu, mereka juga diingatkan untuk terus membangun budaya belajar dan berlatih secara sungguh-sungguh sebagai bekal dalam meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi dengan cara yang terhormat.
“Teruslah belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh, karena pendidikan yang telah kalian jalani merupakan fondasi awal dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit TNI AD,” pesan Pangdam.
Mayjen TNI Bangun Nawoko juga menekankan pentingnya para prajurit tetap memegang teguh jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional. Jati diri tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta pelaksanaan tugas sehari-hari.
Para bintara yang baru dilantik diharapkan mampu menjadi prajurit yang senantiasa hadir di tengah masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Apresiasi untuk Orang Tua Prajurit
Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para orang tua dan keluarga yang telah mendukung putra-putrinya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dan resmi menjadi bagian dari keluarga besar TNI AD.
Menurutnya, keberhasilan para prajurit tersebut tidak terlepas dari kesungguhan, perjuangan, serta doa orang tua dan keluarga yang terus memberikan dukungan selama mengikuti pendidikan.
“Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari perjuangan dan doa orang tua serta keluarga. Karena itu, keberhasilan para prajurit hari ini juga menjadi kebanggaan bagi keluarga,” ungkapnya.
Tegaskan Rekrutmen TNI AD Gratis dan Transparan
Dalam kesempatan itu, Pangdam XIV/Hasanuddin juga kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses pendaftaran dan rekrutmen TNI AD di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin berlangsung secara bersih, transparan, dan tanpa pungutan biaya.
Ia menekankan bahwa tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan proses penerimaan prajurit untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Pangdam juga berkomitmen mencegah dan memberantas praktik mafia werfing yang berpotensi mencederai cita-cita generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak takut melaporkan apabila menemukan adanya pungutan atau pemberian dalam proses pendaftaran dan rekrutmen prajurit TNI AD.
“Pendaftaran dan rekrutmen TNI AD gratis dan tidak dipungut biaya. Saya berkomitmen memberantas praktik mafia werfing agar tidak ada pihak yang mencederai cita-cita anak-anak kita untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegas Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Upacara penutupan Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi 324 prajurit muda untuk mengawali perjalanan pengabdian sebagai bagian dari keluarga besar TNI AD. Dengan bekal pendidikan, disiplin, dan nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh, mereka diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, serta senantiasa mengutamakan kepent
Pangdam XIV/Hasanuddin Pimpin Penutupan Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2026













