Makassar – Kepedulian terhadap keselamatan prajurit dan keluarganya ditunjukkan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dengan turun langsung memberikan imbauan pencegahan kebakaran kepada seluruh penghuni Asrama Militer Mattoanging, Kota Makassar.
Imbauan tersebut disampaikan Pangdam usai menyerahkan tali asih kepada korban kebakaran Asrama Militer Mattoanging di Jalan Opu Daeng Risaju, Makassar, Kamis (3/9/2026).
Dengan menggunakan pengeras suara nirkabel, Pangdam berkeliling menyusuri lingkungan asrama dan menyampaikan pesan keselamatan secara langsung kepada para penghuni.


Pangdam mengingatkan bahwa kondisi permukiman asrama yang cukup padat membuat potensi kebakaran harus menjadi perhatian serius seluruh penghuni. Karena itu, kedisiplinan dan kewaspadaan dinilai menjadi kunci untuk mencegah terulangnya musibah kebakaran.
Ia meminta penghuni tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, termasuk membakar sampah atau benda lainnya di sekitar lingkungan asrama.
Selain itu, setiap penghuni diminta memastikan kompor dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah. Peralatan elektronik yang tidak digunakan juga harus dilepas dari sumber listrik, termasuk charger telepon seluler dan perangkat elektronik lainnya.
Pangdam juga memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan obat nyamuk bakar yang dinilai berisiko menimbulkan kebakaran. Penggunaan obat nyamuk bakar di lingkungan asrama pun ditegaskan untuk tidak dilakukan.
“Sekali lagi saya mengimbau kepada seluruh penghuni Asrama Mattoanging untuk disiplin agar tidak terjadi kebakaran. Kondisi asrama kita begitu padat sehingga sangat berbahaya apabila terjadi kebakaran di salah satu titik dan akan sulit untuk dipadamkan,” tegas Pangdam.
Ia juga meminta penghuni memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk memangkas atau menata pohon serta kabel yang berpotensi menghalangi akses kendaraan.
Menurutnya, akses jalan harus tetap terbuka agar kendaraan, khususnya kendaraan pemadam kebakaran dan kendaraan darurat lainnya, dapat bergerak cepat apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
“Jangan membakar apa pun di sekitar asrama, terutama sampah. Saat meninggalkan rumah, pastikan kipas angin dan kompor dimatikan serta cas handphone maupun elektronik lainnya dilepas. Jangan sampai ada kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala dan dilarang keras menggunakan obat nyamuk bakar,” lanjutnya.
Pangdam berharap imbauan tersebut tidak hanya menjadi perhatian sesaat, tetapi dapat diterapkan sebagai kebiasaan sehari-hari oleh seluruh penghuni.
Ia menekankan bahwa keselamatan lingkungan asrama merupakan tanggung jawab bersama. Dengan disiplin, kepedulian dan kewaspadaan seluruh penghuni, risiko kebakaran dapat ditekan sekaligus menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih aman bagi prajurit dan keluarganya.













