Makassar – AA membantah keras pemberitaan media online yang menyebut dirinya diduga sebagai oknum intel TNI yang memamerkan pistol saat makan di salah satu rumah makan Sop Saudara di Kota Makassar bersama empat perempuan.
Pemberitaan tersebut sebelumnya memuat narasi mengenai seorang pria yang disebut-sebut oknum intel TNI pamer senjata api bersama empat perempuan, bahkan mengaitkan para perempuan tersebut dengan istilah LC, BO maupun simpanan.
AA menegaskan bahwa seluruh tuduhan tersebut tidak benar. Ia menyampaikan klarifikasi kepada media ini saat ditemui di salah satu kafe di Makassar, Senin (31/8/2026).
AA menjelaskan, pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 03.30 WITA, dirinya sedang menjalankan tugas monitoring wilayah Panakkukang sebagai bagian dari interwilayah. Setelah itu, ia bermaksud mencari makanan dan memilih makan di rumah makan Sop Saudara.
Di lokasi tersebut, AA mengaku secara kebetulan bertemu dengan empat orang perempuan yang dikenalnya sebagai marketing. Dua di antaranya, kata AA, bernama Suryanti dan Sri Nurhayati, sementara dua lainnya tidak terlalu dikenalnya.
“Ketika bertemu, kami kemudian makan Sop Saudara satu meja karena saya memang sudah mengenal mereka sebagai marketing. Setelah selesai makan, saya yang membayar makanan, kemudian kami kembali masing-masing,” ujar AA.
Bantah Pamer Senjata Api
Terkait tudingan memamerkan senjata api, AA dengan tegas membantahnya.
Menurut dia, tidak pernah terjadi persoalan dengan siapa pun di lokasi tersebut dan dirinya tidak pernah memamerkan senjata sebagaimana yang diberitakan.
“Tidak benar saya memamerkan senjata. Kami tidak ada masalah dengan siapa pun. Itu fitnah dan tidak benar. Pemberitaan tersebut sudah mencemarkan nama baik saya,” tegasnya.
AA juga meminta media yang memberitakan agar melakukan verifikasi dan konfirmasi terlebih dahulu sebelum mempublikasikan sebuah informasi, terlebih jika berita tersebut menyangkut pribadi dan institusi tertentu.
“Seharusnya dikroscek terlebih dahulu kebenarannya. Jangan sampai pemberitaan tanpa konfirmasi justru menjadi fitnah dan menyerang pribadi saya, apalagi membawa-bawa institusi intelijen,” katanya.
Empat Perempuan Bantah Disebut LC atau BO Sementara itu, empat perempuan yang berada di lokasi tersebut juga memberikan klarifikasi. Mereka membantah keras tudingan yang menyebut mereka sebagai LC, BO ataupun simpanan. Sri Nurhayati alias Aya saat dikonfirmasi pada Senin (31/8/2026) mengatakan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya bekerja sebagai marketing.“Kami bukan LC atau BO. Pekerjaan kami marketing. Soal senjata, kami juga tidak melihat seperti yang diberitakan,” ujar Sri.
Sri menjelaskan, dirinya bersama tiga rekannya sebelumnya berada di tempat hiburan. Setelah itu, mereka berempat bermaksud makan Sop Saudara di kawasan Jalan Irian, Makassar.
Setibanya di rumah makan, mereka duduk bersama. Tidak lama kemudian, mereka bertemu dengan AA yang kebetulan mereka kenal. AA kemudian mengajak mereka makan bersama.“Setelah makan, kami pulang masing-masing. Tidak ada seperti yang diberitakan,” katanya.Sri mengaku keberatan dengan pemberitaan tersebut karena menurutnya telah memberikan dampak terhadap nama baik dan masa depannya.
“Kami sangat keberatan. Kami berempat tidak ada kaitannya dengan LC atau BO. Pekerjaan kami marketing. Berita seperti ini bisa memengaruhi masa depan kami karena ada jejak digital. Ini tidak benar,” tegasnya.Sri bersama rekan-rekannya juga menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum terkait pemberitaan yang mereka anggap merugikan tersebut.
Suryanti: Mobil Rubincon Bukan Milik AA
Hal senada disampaikan Suryanti alias Indah. Ia membantah informasi yang menyebut AA bersama LC atau BO serta tudingan memamerkan senjata api.“Tidak benar. Kami bukan LC. Pekerjaan kami marketing. Kami keberatan karena pemberitaan itu menurut kami merupakan fitnah,” ujar Suryanti.
Ia juga meluruskan soal kendaraan Rubicon yang disebut dalam pemberitaan. Menurutnya, kendaraan tersebut bukan milik AA, melainkan milik temannya.“Soal mobil Rubicon, itu mobil teman saya, bukan milik AA. Berita itu berdampak kepada kami karena informasi yang diberitakan tidak sesuai dengan kenyataan,” katanya.Suryanti menegaskan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya hanya makan bersama AA secara kebetulan setelah bertemu di rumah makan.“Kalau mau menyebarkan informasi, seharusnya dicari tahu dulu kebenarannya. Jangan asal memberitakan karena pada akhirnya kami yang dirugikan,” tegasnya.
Para pihak yang memberikan klarifikasi tersebut menyatakan keberatan terhadap pemberitaan yang mereka nilai tidak sesuai dengan fakta versi mereka dan menyampaikan rencana untuk menempuh jalur hukum ke Polrestabes Makassar.













