MAKASSAR — Pengelola Catering 88 milik Ibu Novi angkat bicara menyikapi pemberitaan yang mengaitkan usaha tersebut dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta institusi TNI, khususnya Kodam XIV/Hasanuddin.
Pihak Catering 88 dengan tegas membantah adanya hubungan kelembagaan maupun keterlibatan Kodam XIV/Hasanuddin dalam pengelolaan usaha mereka. Catering 88 menegaskan bahwa usaha tersebut merupakan catering umum milik masyarakat sipil, bukan bagian dari program MBG maupun institusi TNI.
Klarifikasi serupa juga disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV/Hasanuddin Kolonel Arm Andi Akbar, S.S., M.Sc. melalui komunikasi WhatsApp.
Kapendam menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara Catering 88 dengan Kodam XIV/Hasanuddin. Pengelola catering disebut merupakan masyarakat umum yang kebetulan memiliki latar belakang sebagai pensiunan TNI.
“Tidak ada sangkut paut dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Kodam Hasanuddin. Pengelola catering adalah masyarakat umum yang kebetulan merupakan pensiunan tentara,” demikian inti klarifikasi Kapendam.
Pihak Catering 88 menilai pengaitan usaha mereka dengan institusi TNI tanpa dasar yang jelas berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat sekaligus merugikan nama baik pihak yang disebut.
Catering Umum, Bukan Usaha MBG
Pengelola Catering 88 menjelaskan bahwa usaha tersebut telah berdiri sejak 2006 dan melayani berbagai kebutuhan catering dari masyarakat maupun sejumlah instansi.
“Catering kami bukan usaha MBG. Kami melayani catering secara umum. Siapa pun yang memesan, sepanjang sesuai dengan layanan yang kami sediakan, tentu kami layani,” jelas pengelola.
Ia menyebut pesanan catering dapat berasal dari masyarakat umum, pemerintahan, TNI maupun Polri. Namun, adanya pesanan dari suatu instansi tidak berarti usaha Catering 88 menjadi bagian dari institusi tersebut.
“Kalau ada pihak pemerintahan, TNI atau Polri yang memesan, kami layani sebagai pelanggan. Itu hubungan usaha, bukan berarti kami bagian dari institusi tersebut,” tegasnya.
Pengelola juga membantah apabila operasional Catering 88 disebut melibatkan personel TNI.
Menurutnya, seluruh karyawan yang bekerja dalam kegiatan operasional catering merupakan tenaga sipil. Adapun pengelola yang memiliki latar belakang sebagai pensiunan tentara tidak serta-merta menjadikan usaha tersebut sebagai bagian dari Kodam Hasanuddin.
Pertemuan dengan Pria yang Mengaku Wartawan
Pengelola Catering 88 juga menceritakan adanya seorang pria yang mengaku sebagai wartawan datang menemui dirinya pada Selasa, 22 September 2026.
Menurut pengelola, pria tersebut pada awalnya menyampaikan kedatangannya untuk bersilaturahmi. Dalam pertemuan itu kemudian dibicarakan mengenai usaha Catering 88, termasuk informasi mengenai adanya keluhan warga terkait limbah.
Pengelola mengaku telah memberikan penjelasan mengenai kegiatan usaha, termasuk bahwa Catering 88 merupakan usaha catering umum dan bukan penyelenggara MBG.
Ia juga menjelaskan mengenai legalitas usaha dan menyatakan bahwa dokumen perizinan yang diperlukan telah dimiliki.
Namun, pengelola mengaku tidak mengetahui apabila dalam pertemuan tersebut terdapat pengambilan gambar tanpa izin atau tanpa sepengetahuannya.
Kapendam Ingatkan Pentingnya Verifikasi
Sementara itu, Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Arm Andi Akbar mengingatkan agar informasi yang berkaitan dengan institusi maupun pihak tertentu terlebih dahulu diklarifikasi sebelum dipublikasikan.
Menurutnya, media dan TNI merupakan mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, prinsip-prinsip Kode Etik Jurnalistik, termasuk verifikasi dan keberimbangan, penting untuk dikedepankan.
Ia berharap setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses pengecekan sehingga tidak menimbulkan kesalahan persepsi maupun kerugian terhadap pihak yang diberitakan.
Pihak Catering 88 menyatakan menghormati kebebasan pers, namun meminta agar pemberitaan mengenai usahanya maupun institusi TNI dilakukan berdasarkan data dan hasil konfirmasi yang jelas.
Pertimbangkan Langkah Hukum
Atas pemberitaan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, pihak kodam XIV/ hasanuddin dan Catering 88 menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Mereka juga meminta media yang telah memuat informasi yang dinilai keliru untuk melakukan klarifikasi dan, apabila terbukti terdapat kesalahan pemberitaan, memberikan hak jawab atau koreksi dan memintah maaf sesuai mekanisme pers.
“Kami tidak anti terhadap kritik maupun pemberitaan. Yang kami minta adalah informasi yang benar. Kalau ada persoalan mengenai usaha kami, silakan diklarifikasi kepada kami terlebih dahulu.
Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi kemudian mengaitkan usaha masyarakat dengan institusi TNI,” tegas pengelola.
Pihak Catering 88 berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara profesional melalui mekanisme pers dan klarifikasi, tanpa memperluas kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Mereka kembali menegaskan bahwa Catering 88 adalah usaha catering umum yang telah berjalan sejak 2006, bukan bagian dari MBG dan bukan bagian dari Kodam XIV/Hasanuddin.













