MAKASSAR – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko memimpin langsung Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer TNI Tahun Anggaran 2026 di GOR Serba Guna Makodam XIV/Hasanuddin, Jl. Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju” dan diikuti oleh unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan Kota Makassar, serta Satpol PP Pemprov Sulawesi Selatan. Sinergitas lintas instansi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga disiplin, ketertiban, dan penegakan hukum di lingkungan aparat negara.
Diketahui, Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi ini melibatkan Polisi Militer dari tiga matra, yakni POM TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, serta akan berlangsung hingga 31 Desember 2026.
Dalam amanatnya, Mayjen TNI Bangun Nawoko membacakan pesan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. Disebutkan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktib dan Yustisi merupakan agenda rutin tahunan yang pada hakikatnya menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan disiplin, kepatuhan terhadap hukum, serta profesionalisme prajurit dan PNS TNI.
Operasi ini juga menjadi langkah preventif sekaligus represif dalam mencegah serta menyelesaikan berbagai potensi pelanggaran hukum di lingkungan TNI. Dengan penegakan aturan yang konsisten, diharapkan citra TNI sebagai institusi yang profesional dan terpercaya semakin kuat di mata masyarakat.
Dalam penegasannya, Pangdam XIV/Hasanuddin menyampaikan bahwa TNI dan Polri bukanlah warga negara biasa, melainkan figur yang harus menjadi teladan.
“Kita ini bukan warga negara biasa karena kita sudah menyandang profesi masing-masing, ada TNI dan ada Polri. Artinya kita harus menjadi contoh bagi masyarakat.
Tidak ada tugas militer maupun tugas menjaga keamanan dan ketertiban yang bisa dikerjakan seorang diri. Kita harus bersinergi, saling mendukung, dan menjaga keharmonisan demi keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Melalui Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 ini, diharapkan soliditas serta integritas aparat semakin kokoh, sehingga stabilitas keamanan di wilayah Sulawesi Selatan khususnya, dan Indonesia pada umumnya, tetap terjaga.













