banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250

Kolaborasi Dosen & Mahasiswa Modifikasi Roda Traktor, Mudahkan Petani Taklukan Lumpur.

BANTAENG – Di bawah terik matahari yang menyengat, deru mesin traktor di salah satu hamparan sawah warga terdengar berbeda. Tak ada lagi suara mesin yang menggerung sia-sia akibat roda yang selip di dalam lumpur. Hari itu, sebuah terobosan teknis hasil pemikiran akademisi sedang diuji coba untuk membuktikan bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci dalam menjawab tantangan di lapangan.

​Inovasi ini dipelopori oleh para akademisi dari Program Studi Teknik Perawatan Mesin AK-Manufaktur Bantaeng. Kolaborasi strategis ini dipimpin oleh Muhammad Aqdar Fitrah, Dosen Teknik Perawatan Mesin sekaligus Pembina UKM Welding Pattunu Bassi, yang bersinergi dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Perawatan Mesin (TPM) di bawah kepemimpinan Abdul Rahman.

​Langkah pengabdian ini bermula dari obrolan santai di pematang sawah. yang dilakukan para akademisi terhadap keluhan petani yang kerap kelelahan karena traktor mereka sering tak berdaya menghadapi medan lumpur yang berat. Mereka menemukan bahwa traktor standar sering kali tidak berdaya menghadapi medan lumpur yang dalam, sehingga menghambat produktivitas pangan. Menanggapi hal tersebut, kolaborasi Dsen dan Mahasiswa ini membawa keresahan petani tersebut ke dalam bengkel kampus untuk dicarikan solusi teknisnya.
​Dengan perhitungan teknis yang presisi dan keahlian pengelasan tingkat tinggi, para akademisi ini memodifikasi struktur roda traktor konvensional. Mereka melakukan kalkulasi ulang terhadap sudut kemiringan sirip roda guna memastikan traktor memiliki daya cengkeram maksimal di medan ekstrem. Bukan sekadar perubahan fisik, modifikasi ini merupakan penerapan ilmu maintenance dan manufaktur yang tepat guna.
​Senyum yang mereka dari wajah para petani saat mencoba roda hasil modifikasi tersebut menjadi bukti keberhasilan akademisi dalam menghadirkan solusi nyata. Inilah wujud nyata sinergi dosen dan mahasiswa AK-Manufaktur Bantaeng: menunjukkan bahwa peran akademisi tidak hanya terbatas pada teori di ruang kelas, tetapi mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat melalui inovasi yang membumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!