Jeneponto — Kodim 1425/Jeneponto melalui Danunit Intel, Letda Elma, membantah keras isu yang menyebut adanya “bos besar” oknum TNI dalam dugaan aktivitas solar ilegal di wilayah Kabupaten Jeneponto.
Menurut Letda Elma, pemberitaan yang beredar di sejumlah media online tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menegaskan bahwa dalam kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya, tidak ditemukan adanya solar ilegal.
“Kami hanya menemukan dregen dalam kondisi kosong saat melakukan pemantauan wilayah. Tidak ada barang bukti berupa solar ilegal seperti yang diberitakan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan pada malam tersebut bukanlah penggerebekan, melainkan hanya pemantauan di lokasi yang sebelumnya sempat menjadi perhatian, yakni di area SPBU Taroang.
“Saat itu kami hanya melakukan peninjauan lokasi, bukan penggerebekan. Tidak ada perintah dari Pasi Intel Kapten Muktar untuk melakukan penggerebekan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Letda Elma mengungkapkan bahwa saat kegiatan berlangsung terdapat pihak lain di lokasi yang tidak memperkenalkan diri sebagai wartawan. Hal ini membuat pihaknya terkejut ketika keesokan harinya muncul pemberitaan yang menyeret nama TNI.
“Kami tidak mengetahui bahwa ada pihak yang ikut dan kemudian memberitakan hal yang tidak sesuai dengan fakta,” tambahnya.
Sementara itu, Pasi Intel Kodim 1425/Jeneponto, Kapten Muktar, juga membantah tuduhan yang menyebut dirinya menerima setoran dari pihak SPBU.
“Saya tidak pernah menerima apapun dari SPBU. Tuduhan itu tidak benar dan saya keberatan dengan isu tersebut,” tegasnya.
Sejumlah pengelola SPBU di Jeneponto turut memberikan klarifikasi.
Wahab, Manager SPBU Tarowang, menyatakan tidak mengenal Kapten Muktar dan tidak pernah memberikan setoran dana.
Hal senada disampaikan oleh pihak SPBU lainnya, termasuk Candra dari SPBU Kalukuang dan penanggung jawab SPBU Jalan Lingkar, yang menegaskan tidak pernah ada komunikasi maupun setoran kepada pihak intel Kodim.
Fadilah, admin SPBU Bulo-Bulo, juga menyoroti maraknya informasi yang dinilai tidak akurat.
“Berita hoaks jangan dibesar-besarkan. Harusnya dicek dulu kebenarannya. Kami tidak pernah memberikan setoran kepada siapapun,” ujarnya.
Sementara itu, Angga Rezky, pengawas SPBU BNI Kabupaten Jeneponto, juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mengenal Kapten Muktar dan tidak pernah memberikan setoran dalam bentuk apapun.
Dengan berbagai klarifikasi tersebut, Kodim 1425/Jeneponto menegaskan bahwa isu yang beredar tidak benar dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu melakukan pengecekan kebenaran sebelum menyebarkannya.













