Makassar – Dispenau.TNI Angkatan Udara berhasil mengidentifikasi titik jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Identifikasi tersebut dilakukan setelah TNI AU mengerahkan unsur udara berupa helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 serta pesawat Boeing 737-200 dari Skadron Udara 5 untuk melaksanakan misi pencarian melalui udara.
Menindaklanjuti temuan tersebut, TNI AU segera menurunkan lima prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan satu personel Basarnas ke lokasi kejadian menggunakan helikopter H225M Caracal. Setibanya di titik jatuh pesawat, para prajurit Korpasgat langsung melaksanakan langkah-langkah awal guna mendukung proses evakuasi.
Selain mengerahkan unsur udara, TNI AU juga menerjunkan tim darat gabungan yang terdiri dari personel Lanud Sultan Hasanuddin, Yon Parako 473 Korpasgat, serta Yon Arhanud 23 Korpasgat. Tim darat tersebut bergabung dengan unsur SAR lainnya dan masyarakat setempat untuk memperkuat upaya pencarian serta evakuasi di lokasi kejadian.
TNI Angkatan Udara berkomitmen untuk terus mendukung sepenuhnya proses evakuasi dan membantu otoritas terkait dalam penanganan lanjutan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara
I Nyoman Suadnyana, S.T., M.M.
Marsekal Pertama TNI
TNI AU Turunkan Korpasgat Usai Temukan Titik Jatuh Pesawat ATR 42-500













