banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
News  

Aty Kodong Membantah Tuduhan Penipuan, Sebut Tuduhan Tidak Berdasar

Penulis: MusdalifahEditor: Muh. Al Qadri

SSindonesia Makassar – Nur Aty alias Aty Kodong, penyanyi asal Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, yang dikenal sebagai Runner Up D’Academy Asia dan finalis D’Academy, merasa geram setelah dituduh melakukan penipuan. Tuduhan tersebut menurut Aty, tidak benar dan menyesatkan.

Dalam konfirmasinya kepada media SSIndonesia di kediamannya, Aty Kodong menjelaskan bahwa sejak tahun 2022, memang ada transaksi jual beli dengan Riska. Kesepakatan jual beli tersebut melibatkan lima tas branded berbagai merk yang bukan asli, kacamata dan sebuah jam tangan Rolex KW. Total harga barang yang dibeli adalah Rp 12.600.000.

“Tuduhan bahwa saya menipu itu bohong. Total harga barang yang saya beli dengan cara mencicil dari Riska adalah Rp 12.000.000, dan saya sudah membayar sebanyak Rp 8.000.000, jadi sisa Rp 4.600.000. Karena saya terlambat membayar, saya juga harus membayar bunga Rp 50.000 per bulan. Jadi, di mana saya dikatakan menipu?” jelas Aty dengan nada kesal.

Aty merasa tuduhan ini bertujuan untuk mempermalukan dan menyerang martabatnya. “Riska mengenal saya dan tahu di mana saya tinggal. Bagaimana saya bisa menipu? Ini hanya untuk menjatuhkan nama baik saya,” tambahnya. Aty juga mengungkapkan bahwa Riska pernah mengancamnya melalui WhatsApp suaminya.

Menurut Aty, pengacara Riska yang menyatakan bahwa ia baru membayar dua kali adalah salah. “Yang benar, saya sudah membayar Rp 8.000.000, jadi sisa Rp 4.600.000. Mereka tidak mau menerima pembayaran cicil, hanya mau pelunasan. Intinya, saya bukan menipu sementara mereka tahu kediaman saya. Saya memang memblokir WhatsApp Riska untuk menghindari percekcokan karena saling kenal,” jelasnya.

Aty Kodong menegaskan bahwa berita di media sosial yang menyebutkan dirinya menipu puluhan juta rupiah adalah tidak benar. “Saya tidak lari kemana-mana, barang-barang yang saya beli masih ada pada saya,” tegasnya.

Aty juga mengakui bahwa pandemi COVID-19 membuatnya kesulitan dalam pembayaran, tetapi bukan berarti ia tidak mau membayar. “Pihak Riska menggiring opini negatif tentang saya,” ungkapnya.

“Atas kejadian ini, saya merasa nama baik saya dicemarkan melalui media sosial. Apa yang saya sampaikan ini kepada media adalah kenyataan, bukan opini saya,” ujar Aty.

Mengenai perjanjian di polisi, Aty Kodong merasa masalah ini tidak perlu diributkan jika tidak ada niat dari pihak Riska untuk mempermalukan dirinya. “Riska pernah mengancam suami saya melalui WhatsApp, mengatakan ‘saya tunggu Aty Kodong di penjara’.”

Aty Kodong juga geram dengan somasi yang ia terima dari pengacara Riska yang menuduhnya penipuan, penggelapan, tipu muslihat, dan pencurian. “Saya menantang Riska, kalau berani bersumpahlah bahwa saya tidak pernah membayar. Saya punya bukti pembayaran,” tegas Aty.

Kasus ini telah menyebar luas di media sosial, dan Aty Kodong berharap agar kebenaran segera terungkap dan nama baiknya dipulihkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!